Follow Us @eblogid

Tuesday, April 28, 2020

Serunya Menjelajahi Taman Hutan Raya Bandung

April 28, 2020 0 Comments
Kawasan Bandung Raya memiliki pesona wisata alam yang banyak. Salahsatunya adalah Taman Hutan Raya atau biasa disebut TAHURA. Tahura merupakan salah satu tempat wisata alam hutan hujan tropis yang didalamnya terdapat tujuan wisata Sejarah berupa Gua Jepang, Gua Belanda dan  Monumen Ir. H. Djuanda.

Perjalanan dimulai ...

Desember 2018, Berangkat dari Terminal Ledeng pukul 08:00, sampai di pertigaan dago sekitar 08:30 lalu sarapan dan mengisi perbekalan air minum dan makanan. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan taksi online  (sejauh 3,9 KM dari simpang dago). Sampai di parkiran pintu sekitar 09:30 pagi, Masuk Taman Hutan Raya melalui Pintu III Tahura di kawasan Dago, udara begitu sejuk terasa.

Berdasarkan peta yang diberikan, untuk  memasuki kawasan Tahura ada 5 pintu masuk, tiga pos pintu masuk dikawasan dago,  pintu masuk Maribaya Lembang dan pintu masuk Tebing Keraton. Kami Tiket masuk TAHURA 12.000 (10.000 untuk tiket masuk dan 2.000 asuransi). Pada tiket masuk disertakan peta rute trekking dan objek-objek yang ada dikawasan Taman Hutan Raya.

Trek Taman ber-paving-blok dan beraspal, jadi tidak licin dan berlumpur. Sepanjang trek yang dilalui banyak pepohonan dari berbagai daerah di Nusantara. Pada Pepohonan tertempel papan penjelasan nama pohon dan nama ilmiahnya.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam perjalanan jalan santai akhirnya sampai curug Maribaya.

Tips untuk melakukan perjalanan trekking di Taman Hutan Raya Bandung - Curug Maribaya :

1. Lakukan perjalanan wisata di taman hutan raya pada cuaca tidak hujan atau tidak habis hujan. karena saat musim hujan beresiko pohon tumbang, jalanan lumpur dan licin. Atur perjalanan pada musim kemarau
2. Pakai pakaikan lengan panjang dan tidak tipis, karena di sepanjang hutan banyak nyamuk Aedes Aegypti.
3. Persiapkan perlengkapan darurat hujan misalnya jas hujan.
4. Persiapkan air minum dan makanan sesuai kebutuhan.

Semoga bermanfaat.

Menulis di Google Docs Dengan Perintah Suara Tanpa Mengetik di Keyboard

April 28, 2020 0 Comments
Terkadang kita perlu menulis paparan pembicara seminar namun karena kecepatan dalam mengetik kita lebihi kecepatan ceramah sang pembicara. Terutama saat kita menjadi notulen yang harus menulis dengan cepat paparan pembicara.

Kini Google Docs memiliki fitur yang memiliki kemampuan untuk menulis dari perintah suara (Voice Typing). Berikut persyaratan untuk menjalankan fitur ini :

1. Mic atau alat input suara. Sebelum menjalankan fitur ini pastikan mic atau alat input suara dari komputer atau laptop Anda berjalan dengan baik. Umumnya laptop sudah dilengkapi mic, namun untuk komputer PC perlu alat tambahan Mic. Saya sendiri saat mengetes pertamakali fitur VoiceTyping ini menggunakan PC Desktop dengan tambahan mic yang dibeli di marketplace BukaLapak. 
2. Browser GoogleChrome untuk mengakses GoogleDocs 
3. Akun Google (email Google) untuk mengakses aplikasi aplikasi yang disedikana Google seperti Google Document.

 Berikut langkah-langkah untuk menjalankan fitur Google Docs :

1. Buka di Browser Google Chrome url GoogleDocs dan buat satu dokumen docs 
2. Klik menu Tools di menu bar Google Docs pilih sub-menu Voice Typing hingga muncul icon mic.
3. Pilih menu input Bahasa yang akan dijadikan menu bahasa utama penginputan suara. Misalnya pilih Bahasa Indonesia. 
Voice Typing Google Docs

4. Tekan atau Klik icon mic hingga berubah warna dari berwarna abu pudar menjadi merah. 
Indikator mic aktif

5. Untuk mengakhiri Voice Typing ini tekan kembali icon mic tersebut hingga berubah kembali menjadi berwarna abu pudar.

Semoga bermanfaat tutorial menulis dengan perintah suara tanpa keyboard pada Google Docs sehingga memudahkan pekerjaan. 

Monday, April 27, 2020

Cara Mengaktifkan Dark Mode atau Mode Gelap App Whatsapp

April 27, 2020 0 Comments
Untuk mengurangi kelelahan mata saat chatting menggunakan Whatsapp maka menggunakan mode gelap atau darkmode bisa membantu. Ada beberapa manfaat MODE GELAP pada Whatsapp selain bisa mengurangi kelelahan mata. Fungsi lainya adalah mengurangi paparan sinar biru yang berbahaya bagi kesehatan mata, menghemat daya baterai ponsel.



Berikut langkah-langkah mengaktifkan mode gelap atau dark mode pada whatsapp :
1. Buka menu drawler (titik tiga di bagian kanan atas) app WhatsApp
2. Klik pilihan menu SETTINGS 

3. Buka menu CHAT 

4. Klik bagian THEME 
5. dan pilih DARK lalu klik OK

Semoga tutorial langkah merubah theme pada WhatsApp ini bisa bermanfaat.

Thursday, July 19, 2018

Menanam Tanaman Seledri Di Pot (1)

July 19, 2018 0 Comments
Koridor yang ada di dalam rumah belum termanfaatkan baik, mendorong saya memanfaatkanya sebagai lahan menanam tanaman. Awalnya digunakan untuk menanam beberapa jenis tanaman hias, namun setelah terinspirasi dari Youtube yang membahas tentang tanaman sayuran, selanjutnya saya melakukan pengalihan jenis tanaman. Dari tanaman yang hanya memiliki fungsi sebagai tanaman penghias ruangan menjadi tanaman yang dapat dimanfaatkan sekaligus tanaman penghias.
Selain itu lingkungan sekitar sangat menunjang yaiut cahaya matahari juga masuk, jadi cocok jika ditanami beberapa jenis sayuran plus dapat menghiasi ruangan. 

Tanaman yang dipilih yaitu seledri, selain dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan, tanaman seledri bisa menjadi penghias karena daunya terlihat hijau dan indah. Selain itu perawatanya sangat mudah.

Berikut pengalaman menanam tanaman seledri di pot

BIBIT SELEDRI
Bibit seledri yang digunakan merupakan potongan seledri sisa masak.
- Pilih bibit tanaman seledri yang segar dan memiliki akar yang tidak terpotong.
- Potong calon bibit tanaman seledri berukuran 3 - 5 cm dari bongol.
- Rendam akar seledri selama 2 - 3 harian untuk memastikan tanaman menyerap air. Seledri yang sudah mengalami proses penyimpanan lama mengalami kekurangan cairan.

MEDIA TANAM 
Campuran Tanah
Media tanam yang saya gunakan merupakan tanah kebun (tanah lembang) yang gembur dengan campuran kompos dapur. Media tanam ini dicampurkan 1:1 bagian, jika ada lebih baik tambahkan satu bagian pupuk kandang.
Campuran tanah tersebut disatukan dan diaduk didalam pot, lalu siram dengan air hingga basah 100 persen sehingga benar benar tercampur. Tiriskan pot yang berisi tanah basah tersebut selama sehari sehingga sudah siap menjadi media tanam seledri.

Pot Media Tanam:
Pot berukuran 20 cm - 30 cm dan pastikan memiliki lubang yang cukup untuk pembuangan air berlebih. Pot berukuran 30 cm bisa ditanami lebih dari satu rumpun tanaman seledri.

Proses menanam dan perawatan akan disambung di tulisan lainya. 

Wednesday, July 18, 2018

Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga

July 18, 2018 0 Comments
Beberapa tahun yang lalu saat melintas Pasar Ciroyom tercium bau busuk yang sangat menyengat dari sampah pasar yang mayoritas merupakan sisa sayuran dan buah. Sepanjang lorong pasar berumpuk sampah yang sudah beberapa hari tidak diangkut.

Berdasarkan pengalaman tersebut, jadi berfikir tentang kebiasaan membuang sembarangan sampah. Namun ternyata bukan hanya kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menjadi masalah, tetapi penempatan TPS yang dekat pasar menjadi sumber masalah sampah yang timbulkan bau tidak sedap, pemandangan kotor dan timbulkan masalah kesehatan.

Pengalaman diatas, juga himbauan pemkot Kota Bandung untuk membuat lubang biofori yang diisi sampah organik, mendorong saya untuk mengelola sampah organik secara mandiri.  Kebetulan di depan  tempat tinggal ada halaman tanah terbuka, maka sejak saat itu mulai membiasakan diri untuk mengubur sampah organik.

Namun diawal membiasakan kebiasaan ini tidak begitu lancar, sampah yang dipendam tanah tersebut  "diserbu" tikus hingga terbuka berceceran dan mengeluarkan bau tidak sedap. Belajar dari pengalaman tersebut, pengelolaan sampah "disempurnakan"; lubang galian untuk sampah organik tersebut diperdalam lalu ditutup material misalnya bata, papan atau seng.

Jika sudah terbiasa, mengelola sampah organik rumah tangga sangat mudah dan tidak memberatkan bahkan menyenangkan. Beberapa poin berikut pengalaman saya pribadi dalam mengelola sampah organik rumah tangga :

1. Jenis Sampah : sampah yang mudah membusuk seperti sisa sayuran, daun, sisa buah, sisa makanan, tisu dan bahan sejenisnya yang mudah membusuk.
2. Wadah Penampungan
- Wadah penampungan sebaiknya tidak terlalu besar untuk ukuran rumah tangga cukup untuk 3-4 harian. Tampungan yang saya gunakan menggunakan bekas ember es ukuran 8 liter.
-  Penampungan tidak bocor dan berpenutup. Tujuanya supaya tidak timbulkan bau dan mengeluarkan lelehan air sampah organik.
- Dilapisi keresek plastik, jadi sampah organik tidak langsung menempel dengan tampungan sehingga mudah saat diangkat sampahnya dan mudah dibersihkan wadahnya. 

- Wadah disimpan ditempat kering dan aman.

3. Tempat pembuangan (penimbunan sampah organik):
- Sebaiknya tidak terlalu dekat dengan sumber air (air sumur).  
- Buat galian sekitar 50 - 60 cm dengan diameter sekitar 40 - 50 cm.
- Buat beberapa lubang galian, tujuanya jika satu lubang galian penuh  maka sampah ditimbun di lubang yang lainya.
- Sampah organik memerlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk terurai sempurna, maka untuk dapat diisi kembali pada lubang yang sudah terisi memerlukan waktu beberapa minggu.
- Setelah ditimbun dengan tanah, sebaiknya ditutup dengan seng atau papan untuk mencegah timbunan tersebut dicakar atau digali binatang seperti tikus.

Semoga tips sederhana mengelola sampah organik rumah tangga ini bisa bermanfaat, penjelasan yang ditulis pada tulisan ini akan diperbaharui jika ada yang terlewat atau kurang dari tulisan ini.

Monday, July 16, 2018

Memanfaatkan Air Bekas Wudhu untuk Penyiraman Tanaman

July 16, 2018 0 Comments
Ide memanfaatkan air bekas wudhu muncul setelah kepindahan di rumah yang baru. Jika di rumah sebelumnya penggunaan air tidak menjadi masalah karena melimpah dan gratis. Di tempat yang baru ada pembayaran tiap kubik yang digunakan.

Berawal dari itu muncul ide-ide untuk melakukan penghematan penggunaan air. Termasuk ide pemanfaatan kembali air bekas wudhu untuk penyiraman tanaman.

Pada hari-hari awal penerapan ide ini terasa menjadi beban karena harus menyiapkan ember dibawah pancuran air wudhu. Namun setelah menjadi terbiasa menjadi sesuatu yang membahagiakan, ya hal yang membahagiakan. Bahagianya karena mampu melakukan hal kecil yang bermanfaat bagi lingkungan. Bermanfaat bagi lingkungan, karena air yang digunakan dialirkan dari sumur bor tetangga.Bisa juga menghemat "anggaran belanja" dan mengurangi jumlah air yang dipompa ke permukaan serta menghemat listrik yang digunakan saat memompa air ini.
Disini bahagianya, bisa kontribusi walau super kecil bagi lingkungan dan alam.

Air bekas wudhu yang diperoleh dalam sehari berkisar 20-25  literan sehari. Artinya dalam sebulan bisa menghemat 600 - 750 liter air. Air yang diperoleh ini dimanfaatkan untuk menyiram seluruh tanaman pot yang ada di rumah.

Cukup dengan menyimpan ember ukuran sedang dibawah keran wudhu lalu tampung air wudhu hingga penuh. Jika sudah penuh bisa langsung disiramkan ke tanaman menggunakan gayung kecil. Pengalaman pribadi, air yang sudah ditampung disiramkan saat pagi dan sore hari, karena dalam sehari menghasilkan dua ember.

Sunday, July 15, 2018

Tantangan Menulis Blog 40 Tulisan dalam 40 Hari

July 15, 2018 0 Comments
Setelah beberapa hari domain website eblog ini diaktifkan kembali, kini hal yang tidak ringanya adalah mengisi Eblog ini dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat.

Jika beberapa tahun yang lalu satu hari bisa menghasilkan tulisan dua sampai tiga tulisan blog, kini untuk menelurkan satu tulisan harus berfikir beberapa hari bahkan berminggu. Seperti halnya seorang atlet yang sudah dalam tidak berlatih, penulis blog juga seperti itu, "otot-otot" menulis seperti kaki tidak luwes lagi.

"Otot-otot" menulis yang kaku seperti sangat sulit digerakan lagi untuk menelurkan ide-ide tulisan. Mungkin hal pertama yang harus dilakukan adalah menggerakan-gerakan jari jemari diatas keyboard dan menulis tanpa terpaku dengan "ide-ide" ideal yang kaku. Alias pokoknya gerak walau pelan. Menulis dulu walau tulisanya jauh dari kalimat-kalimat yang baku sesuai EYD.

Untuk memulai langkah menuju kearah yang lebih baik, maka hal yang saya tanamkan adalah niat dan membuat program "40P 40H". Maksudnya menulis 40 postingan dalam 40 hari.



Dimulai dari menggerakan jari-jemari dulu, nyari ide kemudian...selanjutnya berlatih menyempurnakan tulisan.

Semangat ...

Mengelola Sampah Organik Rumah Tangga

Beberapa tahun yang lalu saat melintas Pasar Ciroyom tercium bau busuk yang sangat menyengat dari sampah pasar yang mayoritas merupakan sisa...